
"Ndo mentengaho mrene' "
"emong ison seng biso ngelange' " anak yang sejak tadi hanya berenang di tepia pantai itu menolak ajakan temannya yang beranang, seamakin menjauh darinya.
hampir setengah jam aku memperhatikan kedua anak itu dan tak terasa aku terhanyut kekenangan masa kecil:
* * *
rohim, riky, dan roni seperti biasanya setiap siang - sekitar jam 14.30 dapat dipastikan selalu bermain di pantai blimbingsari. pantai yang menjadi perkampungan, rumah-rumah gedheg berkerumun disebelah utara jalan dan warung-warung yang berjualan nasi pecel, gorengan, camilan, dan berbagai minuman seperti, kopi, es, teh, sprit, dan orshon tampak dipinggir-pinggir jalan pantai tetapi hanya tiga dan empat warun g saja
mereka berlomba menggayu sepeda BMX-nya menuju ke pantai, kemudian menyandarkan sepedanya masing-masing disebuah pohon waru yang rindang dekat pondok pangkalnya tengkulak ikan untuk membeli dan menjual ikan hasil tangkpan nelayan, semacam tempat pelelangan ikan.
memang pohon waru banyak tumbuh di sekitar pantai dan sepanjang pagar pembatas tambak udang. biasanya setiap malam pada bulan romadlon mereka dan beberapa teman yang lainnya mencari burung seperti emprit, grejo, atau prinjak yang banyak bersarang di pohon-pohon waru untuk dibakar dan dijadikan camilan saat mancing.
Rohim, Riki dan Roni berlari tak sabar untuk menginjak lembutnya pasir pantai dan segera berenang. mereka berlari sekitar sepuluh meteran untuk menempuk jarak antara tempat memarkir sepeda yang berada di bibir pantai hingga seolah ada lapangan panjang di pinggir pantai .
dan lahan lapang yang cukup luas itu biasa digunkan untuk mengadakan upacara adat petik laut yang dimeriahkan dengan hiburan tradisional seperti angklung caruk, barongan, jaranan, dan janger tetapi ada juga permainan-permainan has pasar malam seperti kincir angin, kemudi putar, ombak laut. dan tidak ketinggalan pula penjual makanan , minuman hingga obat, mulai dari pedagang sandal, sepatu sampai songkok dan topi tidak alpha untuk ikut mengais rejeki di acara tahunan yang diselenggarakan setiap bulan shuro [1]
bersambung.........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar